2026-07-16

Separuh Masalah Kesuburan Ada di Pria, Kenapa Istri yang Disalahkan?

Separuh Masalah Kesuburan Ada di Pria, Kenapa Istri yang Disalahkan?

Faktor pria diperkirakan berperan pada sekitar separuh kasus pasangan yang sulit memiliki anak, baik sebagai penyebab tunggal maupun bersama faktor dari pihak wanita, meski angkanya berbeda antarwilayah [1]. Meski begitu, di banyak keluarga istri masih menjadi pihak pertama yang diperiksa, bahkan disalahkan. Pemeriksaan kesuburan pria sebenarnya sederhana, tidak menyakitkan, dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan pasangan sejak awal.

Apa Itu Infertilitas?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas adalah penyakit pada sistem reproduksi pria atau wanita yang ditandai dengan belum terjadinya kehamilan setelah 12 bulan atau lebih berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi [2]. Bila usia istri 35 tahun atau lebih, evaluasi umumnya dianjurkan lebih cepat, yaitu setelah sekitar enam bulan mencoba [3].

Infertilitas adalah masalah pasangan, bukan masalah satu orang. Karena itu, pencarian penyebabnya juga seharusnya melibatkan kedua belah pihak [4].

Mengapa Pria Sering Terlambat Diperiksa?

Ada beberapa alasan mengapa pemeriksaan pria kerap tertunda:

Akibatnya, istri bisa menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan selama berbulan-bulan, sementara penyebab dari pihak suami belum pernah dicari.

Fungsi Seksual Normal Tidak Menjamin Subur

Ini salah satu mitos yang paling merugikan. Pria dengan ereksi dan ejakulasi yang normal tetap bisa memiliki jumlah sperma yang rendah, gerak sperma yang lemah, bentuk sperma yang tidak normal, atau bahkan tidak ada sperma sama sekali dalam air mani. Semua ini tidak bisa diketahui dari luar, dan hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium. Satu kali hasil pemeriksaan juga belum tentu mewakili kondisi sebenarnya, karena kualitas sperma bisa berubah, misalnya setelah sakit atau demam. Itulah sebabnya dokter sering meminta pemeriksaan ulang sebelum menyimpulkan.

Pemeriksaan Kesuburan Pria Itu Sederhana

Langkah awal pemeriksaan kesuburan pria adalah analisis sperma. Prosesnya:

Bila hasilnya tidak normal, analisis sperma biasanya diulang, lalu dilengkapi dengan pemeriksaan hormon. Pemeriksaan lain seperti USG testis, fragmentasi DNA sperma, atau pemeriksaan genetik tidak rutin dilakukan dan hanya dianjurkan bila ada indikasi tertentu.

Penyebab Infertilitas Pria yang Umum

Beberapa penyebab yang sering ditemukan:

Banyak penyebab ini dapat ditangani, dan bila tidak, teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi atau bayi tabung tetap memberi peluang memiliki anak.

Mitos dan Fakta Seputar Infertilitas Pria

Cara Mengajak Suami Ikut Periksa

Bagi banyak istri, mengajak suami memeriksakan kesuburan adalah percakapan yang sulit. Beberapa cara yang sering berhasil:

Bagi suami, ingat bahwa memeriksakan diri justru bisa mempersingkat perjalanan pasangan. Bila ternyata ada masalah, makin cepat diketahui makin cepat pula ditangani.

Kapan Harus ke Dokter?

Pasangan sebaiknya memeriksakan diri bersama bila:

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa persen infertilitas disebabkan oleh pria?

Faktor pria berperan pada sekitar separuh kasus pasangan yang sulit hamil, baik sebagai penyebab tunggal maupun bersama faktor wanita.

Apakah pemeriksaan sperma sakit?

Tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengumpulkan sampel air mani di ruang privat, lalu dianalisis di laboratorium.

Berapa hari harus puasa ejakulasi sebelum tes sperma?

Umumnya 2 sampai 7 hari sesuai pedoman WHO, atau mengikuti petunjuk laboratorium tempat Anda diperiksa.

Apakah pria dengan ereksi normal bisa tidak subur?

Bisa. Fungsi seksual yang normal tidak menjamin jumlah dan kualitas sperma yang baik.

Dokter apa yang menangani kesuburan pria?

Dokter spesialis andrologi menangani kesuburan pria dan bekerja sama dengan dokter kandungan yang menangani pihak wanita.

Di MACHOS, Men's Fertility Center menyediakan analisis sperma, pemeriksaan fragmentasi DNA sperma, dan konsultasi dengan dokter andrologi, secara privat dan nyaman, agar pasangan bisa menemukan penyebabnya bersama. Jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp MACHOS.

Referensi

  1. Agarwal A, Mulgund A, Hamada A, dkk. A unique view on male infertility around the globe. Reprod Biol Endocrinol. 2015;13:37. doi:10.1186/s12958-015-0032-1 · PubMed 25928197
  2. World Health Organization. Infertility. Fact sheet. who.int
  3. Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine, American Society for Reproductive Medicine, Washington, DC.. Definition of infertility: a committee opinion. Fertil Steril. 2023;120(6):1170. doi:10.1016/S0015-0282(23)01971-4 · PubMed 40991339
  4. Schlegel PN, Sigman M, Collura B, dkk. Diagnosis and treatment of infertility in men: AUA/ASRM guideline part I. Fertil Steril. 2021;115(1):54-61. doi:10.1016/j.fertnstert.2020.11.015 · PubMed 33309062
  5. World Health Organization. WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen. Edisi ke-6. Jenewa: WHO; 2021. who.int
  6. Patel AS, Leong JY, Ramos L, dkk. Testosterone Is a Contraceptive and Should Not Be Used in Men Who Desire Fertility. World J Mens Health. 2019;37(1):45-54. doi:10.5534/wjmh.180036 · PubMed 30350483
← All Articles