Separuh Masalah Kesuburan Ada di Pria, Kenapa Istri yang Disalahkan?
Faktor pria diperkirakan berperan pada sekitar separuh kasus pasangan yang sulit memiliki anak, baik sebagai penyebab tunggal maupun bersama faktor dari pihak wanita, meski angkanya berbeda antarwilayah [1]. Meski begitu, di banyak keluarga istri masih menjadi pihak pertama yang diperiksa, bahkan disalahkan. Pemeriksaan kesuburan pria sebenarnya sederhana, tidak menyakitkan, dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan pasangan sejak awal.
Apa Itu Infertilitas?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infertilitas adalah penyakit pada sistem reproduksi pria atau wanita yang ditandai dengan belum terjadinya kehamilan setelah 12 bulan atau lebih berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi [2]. Bila usia istri 35 tahun atau lebih, evaluasi umumnya dianjurkan lebih cepat, yaitu setelah sekitar enam bulan mencoba [3].
Infertilitas adalah masalah pasangan, bukan masalah satu orang. Karena itu, pencarian penyebabnya juga seharusnya melibatkan kedua belah pihak [4].
Mengapa Pria Sering Terlambat Diperiksa?
Ada beberapa alasan mengapa pemeriksaan pria kerap tertunda:
- Anggapan budaya. Kesuburan masih sering dianggap urusan wanita.
- Rasa malu. Bagi sebagian pria, pemeriksaan kesuburan terasa menyinggung harga diri.
- Mengira sehat berarti subur. Banyak pria merasa tidak ada masalah karena fungsi seksualnya normal.
- Alur pemeriksaan. Pasangan sering langsung datang ke dokter kandungan, sehingga suami baru diperiksa belakangan.
Akibatnya, istri bisa menjalani berbagai pemeriksaan dan pengobatan selama berbulan-bulan, sementara penyebab dari pihak suami belum pernah dicari.
Fungsi Seksual Normal Tidak Menjamin Subur
Ini salah satu mitos yang paling merugikan. Pria dengan ereksi dan ejakulasi yang normal tetap bisa memiliki jumlah sperma yang rendah, gerak sperma yang lemah, bentuk sperma yang tidak normal, atau bahkan tidak ada sperma sama sekali dalam air mani. Semua ini tidak bisa diketahui dari luar, dan hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium. Satu kali hasil pemeriksaan juga belum tentu mewakili kondisi sebenarnya, karena kualitas sperma bisa berubah, misalnya setelah sakit atau demam. Itulah sebabnya dokter sering meminta pemeriksaan ulang sebelum menyimpulkan.
Pemeriksaan Kesuburan Pria Itu Sederhana
Langkah awal pemeriksaan kesuburan pria adalah analisis sperma. Prosesnya:
- Pria diminta tidak berejakulasi selama 2 sampai 7 hari sebelum pemeriksaan [5].
- Sampel air mani dikumpulkan di ruang khusus yang privat.
- Laboratorium menilai jumlah, gerak, dan bentuk sperma sesuai standar WHO [5].
Bila hasilnya tidak normal, analisis sperma biasanya diulang, lalu dilengkapi dengan pemeriksaan hormon. Pemeriksaan lain seperti USG testis, fragmentasi DNA sperma, atau pemeriksaan genetik tidak rutin dilakukan dan hanya dianjurkan bila ada indikasi tertentu.
Penyebab Infertilitas Pria yang Umum
Beberapa penyebab yang sering ditemukan:
- Varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah di kantong zakar yang dapat memengaruhi produksi sperma.
- Gangguan hormon yang mengatur produksi sperma.
- Faktor genetik tertentu.
- Infeksi atau sumbatan pada saluran reproduksi.
- Gaya hidup, seperti merokok, alkohol berlebihan, obesitas, dan paparan panas.
- Obat dan suplemen tertentu, termasuk testosteron dari luar yang dapat menekan produksi sperma [6].
Banyak penyebab ini dapat ditangani, dan bila tidak, teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi atau bayi tabung tetap memberi peluang memiliki anak.
Mitos dan Fakta Seputar Infertilitas Pria
- Mitos: Sulit hamil biasanya karena istri. Fakta: Faktor pria berperan pada sekitar separuh kasus.
- Mitos: Pria yang sering berhubungan pasti subur. Fakta: Frekuensi dan fungsi seksual tidak mencerminkan kualitas sperma.
- Mitos: Air mani yang banyak berarti spermanya bagus. Fakta: Volume air mani yang banyak tidak menjamin jumlah dan kualitas sperma yang baik, sehingga tetap perlu dipastikan lewat analisis sperma.
- Mitos: Infertilitas pria tidak bisa diatasi. Fakta: Banyak penyebabnya dapat diobati, dan teknologi reproduksi memberi pilihan tambahan.
Cara Mengajak Suami Ikut Periksa
Bagi banyak istri, mengajak suami memeriksakan kesuburan adalah percakapan yang sulit. Beberapa cara yang sering berhasil:
- Sampaikan bahwa pemeriksaan bersama adalah prosedur standar, bukan tuduhan.
- Tekankan bahwa analisis sperma termasuk pemeriksaan yang sederhana, tidak menyakitkan, dan relatif terjangkau dibandingkan banyak pemeriksaan kesuburan lainnya.
- Pilih waktu yang tenang, bukan setelah bertengkar atau saat hasil tes kehamilan negatif.
- Datang ke konsultasi pertama bersama-sama, sehingga keduanya mendengar penjelasan yang sama dari dokter.
Bagi suami, ingat bahwa memeriksakan diri justru bisa mempersingkat perjalanan pasangan. Bila ternyata ada masalah, makin cepat diketahui makin cepat pula ditangani.
Kapan Harus ke Dokter?
Pasangan sebaiknya memeriksakan diri bersama bila:
- Belum hamil setelah 12 bulan berhubungan teratur tanpa kontrasepsi.
- Belum hamil setelah enam bulan bila usia istri 35 tahun atau lebih.
- Pria memiliki riwayat operasi atau cedera testis, gondongan setelah pubertas, varikokel, atau infeksi menular seksual.
- Pria pernah atau sedang menggunakan testosteron atau steroid untuk membentuk otot.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa persen infertilitas disebabkan oleh pria?
Faktor pria berperan pada sekitar separuh kasus pasangan yang sulit hamil, baik sebagai penyebab tunggal maupun bersama faktor wanita.
Apakah pemeriksaan sperma sakit?
Tidak. Pemeriksaan dilakukan dengan mengumpulkan sampel air mani di ruang privat, lalu dianalisis di laboratorium.
Berapa hari harus puasa ejakulasi sebelum tes sperma?
Umumnya 2 sampai 7 hari sesuai pedoman WHO, atau mengikuti petunjuk laboratorium tempat Anda diperiksa.
Apakah pria dengan ereksi normal bisa tidak subur?
Bisa. Fungsi seksual yang normal tidak menjamin jumlah dan kualitas sperma yang baik.
Dokter apa yang menangani kesuburan pria?
Dokter spesialis andrologi menangani kesuburan pria dan bekerja sama dengan dokter kandungan yang menangani pihak wanita.
Di MACHOS, Men's Fertility Center menyediakan analisis sperma, pemeriksaan fragmentasi DNA sperma, dan konsultasi dengan dokter andrologi, secara privat dan nyaman, agar pasangan bisa menemukan penyebabnya bersama. Jadwalkan konsultasi melalui WhatsApp MACHOS.
Referensi
- Agarwal A, Mulgund A, Hamada A, dkk. A unique view on male infertility around the globe. Reprod Biol Endocrinol. 2015;13:37. doi:10.1186/s12958-015-0032-1 · PubMed 25928197
- World Health Organization. Infertility. Fact sheet. who.int
- Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine, American Society for Reproductive Medicine, Washington, DC.. Definition of infertility: a committee opinion. Fertil Steril. 2023;120(6):1170. doi:10.1016/S0015-0282(23)01971-4 · PubMed 40991339
- Schlegel PN, Sigman M, Collura B, dkk. Diagnosis and treatment of infertility in men: AUA/ASRM guideline part I. Fertil Steril. 2021;115(1):54-61. doi:10.1016/j.fertnstert.2020.11.015 · PubMed 33309062
- World Health Organization. WHO laboratory manual for the examination and processing of human semen. Edisi ke-6. Jenewa: WHO; 2021. who.int
- Patel AS, Leong JY, Ramos L, dkk. Testosterone Is a Contraceptive and Should Not Be Used in Men Who Desire Fertility. World J Mens Health. 2019;37(1):45-54. doi:10.5534/wjmh.180036 · PubMed 30350483